Festival 1000 mangkok Rusep kuliner lokal khas pesisir




Desa rambat Kab. Bangka Barat gelar Festival 1000 mangkok Rusep kuliner lokal khas pesisir di wisata Pantai Batu Keranji Kecamatan Simpang Teritip, Kab. Bangka Barat, Provinsi Kep. Bangka Belitung, (21/09/2025) Minggu pagi.

Festival kuliner 1000 Mangkok Rusep ini juga dalam rangka merayakan hari jadi Desa Rambat ke 26 tahun, serta berdirinya Pangkal Rambat ke 265 mengenang para berdiri desa Rambat, mengangkat tema “Sekawak Ketak Menjaga Budaya”.

Antusias masyarakat lokal maupun luar daerah hadir silaturahmi bersama pada gelaran festival 1000 mangkok Rusep yang merupakan festival ke tiga ditahun 2025 di motori Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jerieng Pesisir, bersama Pemerintah Desa Rambat.

Dalam acara turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) V, wilayah Jambi dan Kep. Bangka Belitung Agus Widiatmoko, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat Muhammad Ali mewakili Bupati, Pupung P Damayanti Disparbudkepora Prov. Kep Bangka Belitung serta unsur Forkopimda lainnya.

Panji Isla Kades Rambat mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dalam memeriahkan festival 1000 mangkok Rusep, serta dukungan dari semua pihak yang telah membantu dalam acara ini.

Agus Widiatmoko Kepala BPK V mengatakan, alhamdulillah kita bisa hadir dalam festival Jerieng Pesisir 1000 Rusep sekawak ketak menjaga budaya jering pesisir.

Kami datang kesini sekaligus mendampingi Desa Rambat, kami dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V membawahi Provinsi Jambi dan Kep. Bangka Belitung di bawah Kementerian Kebudayaan RI konsen terhadap pelestarian kebudayaan di masyarakat.

Di Desa Rambat kami juga telah melakukan pendokumentasian pembuatan video, Kuliner Rusep, Bubur sure, Godo- godo bilis, Taber laut, tentu ini menjadi potensi dalam Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang akan kami kembangkan menjadi Warisan Budaya tak Benda ke depan, karena Desa Rambat ini punya potensi besar untuk pariwisata dan kebudayaan, katanya.

Agus juga mengapresiasi dalam acara ini menerapkan kearifan lokal bebas plastik, dekorasi, wadah, hingga kuliner. Agus berharap festival ini dapat berkembang dengan unsur budaya lokalnya.